MARKET ENTRY STRATEGY AND STRATEGIC ALLIANCES

MARKET ENTRY STRATEGY AND STRATEGIC ALLIANCES

Dosen pembimbing : Dr.Verinita,SE,MSi

Disusun oleh :

Kelompok 6

Anggota :

DEWI LESTARI                                (1310551009)

IVA AMELYA PUTRI                     (1310551024)

SUCI FEBRIANI                              (1410551009)

TIARA ARINI                                   (1410552037)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS KAMPUS II PAYAKUMBUH

2016

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Seiring berjalannya waktu, persaingan dalam dunia bisnis semakin ketat. Segala hal dilakukan dalam persaingan tersebut, tidak terkecuali dengan melebarkan sayap perusahaan. Hal ini ditengarai oleh pemasaran global yang dilakukan oleh perusahaan dalam rangka memperluas target penjualan, memperbanyak konsumen dan meningkatkan keuntungan. Pemasaran global sendiri memiliki pengertian sebagai proses memfokuskan sumber daya (manusia, uang, aset fisik) dan tujuan-tujuan dari suatu organisasi untuk memperoleh kesempatan dan menanggapi ancaman pasar global. Dan dalam melakukan pemasaran global tentunya ada strategi tersendiri yang harus diterapkan dan dilakukan oleh perusahaan. Baik dari segi faktor-faktor pertimbangan utama dalam melakukan pemasaran global hingga mode of entry yang akan digunakan. Banyaknya hal yang harus dipertimbangkan dalam melakukan pemasaran global membuat perusahaan lebih berhati-hati dalam melaksanakan strateginya agar berhasil dalam pelaksanaannya. Dengan mempertimbangkan faktor-faktor utama dalam pelaksanaan pemasaran global maka perusahaan akan mampu menentukan mode of entry yang akan digunakan dalam upaya membidik pasar global yang persaingannya sangat ketat.

Tidak diragukan lagi bahwa semua organisasi bisnis yang terbentuk menginginkan adanya sebuah kesuksesan serta dapat mengungguli pesaing-pesaing nya, sehingga hal tersebut menuntut mereka untuk menggunakan berbagai macam cara dan upaya agar tujuannya terpenuhi. Salah satunya adalah dengan merencanakan dan menyusun strategi bisnis yang jitu agar dapat menguasai pasar.Hingga saat ini banyak strategi bisnis yang telah tercipta dan dijadikan sebagai dasar sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya. Akan tetapi di jaman globalisasi seperti sekarang akan terasa sulit apabila sebuah perusahaan bertahan menghadapi persaingan yang semakin lama semakin ketat, terutama bagi perusahaan yang tidak terlalu besar dan mempunyai modal terbatas. Sehingga kami menyusun sebuah makalah yang berisi informasi tentang strategi dibutuhkan sebuah strategi untuk mengatasi permasalahn tersebut. Strategi yang dapat digunakan dalam hal ini adalah aliansi strategi atau dikenal dengan kerja sama.

1.2  Rumusan Masalah

Adapun yang rumusan masalah yang dibahas adalah sebagai berikut :

1.      Bagaimana strategi memasuki pasar?

2.      Apasaja factor-faktor yang mempengaruhi pilihan cara masuk pasar?

3.      Bagaimana proses strategi aliansi dilaksanakan ?

4.      Apa kelemahan dan kelebihan dari strategi aliansi ?

1.3  Tujuan Penulisan

Adapun tujuan penulian ini adalah sebagai berikut :

1.      Untuk mengetahui bagaimana strategi memasuki pasar.

2.      Untuk megetahui apasaja factor-faktor yang mempengaruhi pilihan cara masuk pasar.

3.      Untuk  mengetahui bagaimana proses strategi aliansi dilaksanakan.

4.      Untuk mengetahui  kelemahan dan kelebihan dari strategi aliansi.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1  Pengertian

Konsep masuk pasar (market entry) berkaitan dengan kemudahan atau kesulitan di dalamnya perusahaan dapat menjadi anggota kelompok perusahaan yang bersaing dengan menghasilkan substitusi erat untuk produk yang mereka tawarkan. Perusahaan harus mengembangkan seperangkat produk, aset, dan aktivitas manajemen untuk pasar baru yang disusupi Kepentingannya di sini terletak pada pasar internasional baru. Masuk yang Hal ini tergantung pada bagaimana perusahaan enggunakan informasi peluang untuk rnenyusup ke pasar yang menguntungkan, mengakses sumber daya yang produktif, mengakses pasar., mengatasi rintangan masuk pasar.

Dalam bisnis, aliansi diartikan persekutuan antara dua perusahaan atau lebih.Strategi aliansi adalah suatu kegiatan dimana pihak yang berkepentingan memiliki suatu interest di masa yang akan datang, maka dengan menyumbangkan sumber daya dan keunggulan kompetitif yang dimiliki pada hal baru akan menghasilkan suatu nilai baru. Menurut Czinkota, Ronkainen, dan Moffet mengatakan bahwa aliansi merupakan hubungan partnership   baik formal maupun informal antara dua perusahaa atau lebih untuk tujuan bisnis.

Menurut Kanter terdapat tiga syarat dalam melaksanakan strategi aliansi, yaitu :

1.      Kemampuan (Capability)

Kanter (1994:98) menyatakan bahwa kemampuan masing – masing perusahaan harus benar – benar menjadi pertimbangan dalam melakukan aliansi. Misalnya sebuah perusahaan mempunyai kemampuan di bidang teknologi, untuk meningkatkan keunggulan kompetitif maka perusahaan ini membutuhkan perusahaan lain yang mempunyai kemampuan di bidang marketing sehingga aliansi daapat terwujud.

2.      Keserasian (Compability)

Kanter (1994:101) menyatakan bahwa factor keserasian meliputi philosophy, legacy, strategi dan keinginan antar partner.  Hal ini didorong adanya kenyataan bahwa sebuah aliansi yang berhasil tidak berarti friksi,tetapi yang penting memiliki kemampuan untuk mengatasi dan menyelesaikan friksi tersebut secara bersama –sama.

3.      Kelengkapan (complementary)

Kanter (1994:98) menyatakan kelengkapan dapat menghubungkan perusahaan – perusahaan yang menghasilkan produk yang berbeda dalam bentuk strategi aliansi.Complementary ini sering diwujudkan dalam hubungan kolaborasi yang disebut value chain partnership seperti costumer – supplier relationship.

Dari prasyarat tersebut menunjukkan bahwa untuk keberhasilan suatu aliansi dibutuhkan kesediaan memberi dan menerima dari pihak-pihak yang beraliansi, yang menjadi tantangan bisnis saat ini dan mendatang adalah seberapa besar toleransi yang dapat diberikan kepada pihak

luar untuk mengendalikan bisnis bersama. Karenanya proses aliansi sering terhambat karena adanya perbedaan budaya antar perusahaan yang beraliansi.

2.2. Startegi Pasar Generik untuk Kompetisi Internasional

Strategi kompetitif yang diikuti oleh perusahaan bakal tergantung pada serangkaian variabel yang terhadapnya manajemen dapat/tidak dapat mengendalikannya. Perusahaan dapat menyusun sejumlah strategi pemasaran yang memungkinkan. Sungguhpun demikian, perusahaan di pasar internasional menghadapi dua strategi pasar generik:

1.      Strategi penetrasi pasar (market penetration strategy)

Startegi penestrasian segemen dan negara (Country and segment penetration strategy) berarti pemusatan pada segmen atau celah pasar tertentu di sedikit negara dan pada kenaikan setahap demi setahap pada jumlah pasar yang dilayani. Kompetisi atas dasar faktor-faktor cenderung menjadi sangat lazim disebabkan oleh kebutuhan untuk mengkhususkan diri melayani kebutuhan dari segmen pasar tertentu.

Penetrasi atau konsentrasi pasar adalah pemilihan secara sengaja sedikit pasar untuk dikembangkan dengan lebih intensif. Strategi seperti ini ditandai oleh tingkat pertumbuhan yang perlahan-lahan dan bertahap jumlah pasar yang dilayani. Keunggulannya meliputi spesialisasi, skala ekonomis, dan pertumbuhan melalui penetrasi.

Strategi penetrasi pasar didasarkan pada pandangan jangka panjangnya peluang-peluang di dalam pasar internasional. Dalam hal ini perusahaan mendukung langkah masuk ke pasar dengan komitmen sumber daya yang berat dalam memburu profitabilitas jangka panjang melalui penetrasi pasar. Bagi beberapa perusahaan, hal ini dapat berarti investasi langsung dalam berbagai fasilitas pabrikasi lokal atau akuisisi perusahaan lokal. Hubungan pemasaran yang lebih lama dibina untuk memastikan bahwa produk dan reputasi perusahaan dikenal dan diterima dengan baik. Kontak yang kuat dengan kalangan pelanggan, pemasok, toko distribusi, dan pemerintah dipupuk. Harga ditentukan dengan sasaran pertumbuhan penjualan. Laba jangka pendek mungkin dikorbankan. Perusahaan memakai produk dan jasanya untuk kebutuhan pasar internasional. Strategi penetrasi pasar mengakui bahwa mungkin terdapat kompetisi langsung dengan perusahaan lokal dan perusahaan internasional lainnya.

2.      Strategi pemasaran pasar (market skimming strategy).

Tujuan strategi pemasaran pasar adalah memperoleh tingkat hasil imbalan yang tinggi seraya mempertahankan tingkat komitmen sumber daya yang rendah. Perusahaan yang mengikuti strategi ini memilih target pasar yang lebih mudah tersedia sambil meminimalkan risiko dan investasinya. Metode masuk pasarnya lebih sering dengan pengeksporan atau pemberian lisensi. Keberhasilan strategi ini sangatlah tergantung pada pilihan agen, distributor, atau licensees. Tanggung jawab pemasaran dan distribusi jatuh ke tangan mitra di luar negeri. Perusahaan akan berupaya mematok harga yang tinggi guna menangguk marjin tinggi.

2.3  Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Cara Masuk

Pemilihan metode masuk ke dalam pasar asing mempunyai arti penting. Pemilihan ini merupakan salah satu dari keputusan yang paling kritis dalam pemasaran internasional karena keputusan masuk merupakan keputusan makro. Yakni, pada saat perusahaan memilih tingkat keterlibatannya di dalam pasar-pasar asing, perusahaanjuga melakukan pilihan mengenai program pemasarannya di sana. Misalnya, apabila perusahaan memasuki sebuah pasar melalui distributor atau licensee, perusahaan membatasi kebebasannya dalam bidang-bidang seperti riset pemasaran, kebijakan produk, penentuan harga, dan promosi.

Untuk memasuki pasar asing, produsen haruslah memiliki sejumlah opsi strategis, setiap strategi dengan kekuatan dan kelemahannya masing-masing. Banyak perusahaan Yang memakai beberapa strategi.

2.3.1 Karakteristik Negara

Tiga kategori luas dari karakteristik negara yang harus dipertimbangkan ialah: ukuran dan pertumbuhan negara, risiko lingkungan dan politis, dan prasarana ekonomi dan pasar. Walaupun banyak karakteristik negara lainnya yang juga diperhitungkan dalam keputusan-keputusan masuk, arti penting dan sifat spesifik dari faktor-faktor ini tergantung pada masing-masing perusahaan dan produk atau jasanya.

2.3.2 Besaran Dan Tingkat Pertumbuhan Pasar

Besaran dan laju pertumbuhan pasar merupakan parameter kunci dalam penentuan cara masuk. Semakin besar negara dan ukuran pasarnya, semakin tinggi laju pertumbuhannya, maka lambat laun besar pula kemungkinan manajemen bakal mengucurkan berbagai sumber daya untuk perkembangannya; dan mempertimbangkan pendirian sebuah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya atau organisasi penjualan, atau berpartisipasi dalam. sebuah usaha. patungan dengan kepemilikan mayoritas. Mempertahankan pengawasan atas seluruh operasi memberikan manajemen dengan kontak langsung dan memungkinkannya merencanakan dan mengarahkan perkembangan pasar secara lebih efektif.

2.3.3 Risiko Politis dan Lingkungan

Manajemen kerapkali ragu-ragu untuk mengucurkan sumber daya kepada negara-negara dengan tingkat risiko lingkungan dan Politis yang tinggi, dan mungkin menghindari cara masuk yang memerlukan pembangunan fasilitas pergudangan dan produksi atau organisasi penjualan yang besar.

Kadar stabilitas politis dan tingkat rintangan legal yang ada dapat mempengaruhi pilihan saluran di sebuah pasar sasaran. Kedua faktor tersebut berasal dari kebijakan Pemerintah dan merupakan atribut pasar. Sebagai contoh, pasar yang memiliki kadar instabilitas politis yang sangat tinggi akan melibatkan suatu kadar risiko yang sangat tinggi bagi perusahaan untuk menggunakan ekspor atau produksi langsung di luar negeri, dalam haal bahwa pembayaran (atau repatriasi keuntungan) mungkin akan diperlambat atau bahwa diblokir, atau valuta yang diperlukan mungkin terbatas suplainya. jika kondisi seperti itu bakal ada atau dicurigai akan ada, maka ekspor tidak langsung akan lebih bijaksana bagi perusahaan.

2.3.4 Infrastruktur Pasar dan Ekonomi

Infrastruktur pasar dan ekonomi merupakan karakteristik negara yang ketiga yang mempunyai imbas terhadap keputusan-keputusan yang berkaitan dengan cara masuk atau operasi. Pada saat infrastruktur fisik (sistem transportasi, jaringan komunikasi, atau suplai energi) dibangun secara menyedihkan, manajemen mungkin menghadapi kesulitan dan biaya pengembangan yang sangat besar dalam mendirikan fasilitas penjualan, distribusi, atau. produksinya sendiri.

Tingkat pembangunan ekonomi pasar asing merupakan determinan cara masuk dalam hal bahwa hal tersebut mempengaruhi keseluruhan organisasi saluran alternatif, yakni struktur distribusi. Biarpun hal ini merupakan faktor yang berkaitan dengan pasar, dampaknya akan dirasakan melalui faktor tersedianya organisasi pemasaran yang cocok di dalam pasar sasaran.

2.3.5 Hambatan Perdagangan dan Regulasi Pemerintah

Adakalanya regulasi pemerintah membatasi opsi cara masuk yang terbuka bagi perusahaanperusahaan asing, terutama dalam industri-industri strategis seperti telekomunikasi, transportasi, dan komputer. Karena pasar dunia berangsur-angsur saling tergantung dan terintegrasi, banyak pemerintah telah mencabut atau mengurangi restriksi kepemilikan.

Hambatan perdagangan, seperti tarif, kuota, pabean, atau regulasi produk, juga mempengaruhi keputusan cara masuk. Hambatan perdagangan langsung yang membatasi impor barang-barang asing, seperti tarif dan kuota, mempengaruhi keputusan-keputusan yang berkaitan dengan produksi atau perakitan lokal. Hambatan-hambatan perdagangan tidak langsung, seperti regulasi produk, preferensi kepada pemasok lokal, pabean, dan formalitas sertifikasi, mendorong pembuatan perjanjian kontraktual dengan mitra lokal.

2.3.5.1 Hambatan Perdagangan Langsung

Tarif atau, kuota atas impor barang dan komponen asing akan menguntungkan pembentukan produksi. Ancaman potensial dari tarif bakal menggairahkan perusahaan untuk beralih dari pengeksporan ke produksi atau perakitan lokal, terutama di dalam industri di mana hal ini akan mempunyai dampak yang signifikan atas neraca perdagangan.

2.3.5.2 Hambatan Perdagangan Tidak Langsung

Regulasi perdagangan, standar produk, dan preferensi kepada pemasok lokal juga mempunyai implikasi atas cara masuk dan keputusan operasi. Preferensi kepada. pemasok lokal, atau tendensi untuk membeli “barang-barang nasional”, sering mendorong perusahaan untuk mempertimbangkan sebuah usaha patungan atau perjanjlian kontraktual lainnya dengan sebuah perusahaan lokal.

2.3.6 Kebijakan Pemerintah

Ada banyak, tindakan pemerintah nasional yang dapat mempengaruhi pemilihan jalur masuk, khususnya jalur masuk di antara negara-negara. Aktivitas regulatori umum dapat menghalangi ekspor secara keseluruhan dan menetapkan produksi di luar negeri jika pasar ingin dilayani secara efekti£ Beberapa pemerintah juga mengatur valuta asing dan izin impor mereka sedemikian rupa sehingga importir lokal tidak dapat memperoleh cukup valuta asing (atau izin yang diperlukan) untuk membeli apa yang mereka inginkan dari berbagal negara..

2.3.7 Karakteristik Produk

Sifat produk mempengaruhi seleksi saluran karena produk sangat beraneka ragam dalam karakteristik (sebagai contoh, nilai unit, bobot, kompleksitas teknis dan kemampurusakan) dan maslahatnya, dan pekerjaan penjualan dapat berbeda secara menyolok.

Sebagai contoh, Sifat teknis sebuah produk mungkin membutuhkan kerja servis sebelum dan setelah penjualan. Di banyak wilayah pasar asing, khususnya di negara berkembang, para perantara pemasaran mungkin tidak sanggup menangani pekerjaan seperti itu. juga, ukuran dan bobot produk atau bahkan suhunya, seperti halnya dalam makanan beku, dapat mengindikasikan kebutuhan akanberbagai fasilitas penanganan khusus yang mungkin tidak dipunyai oleh organisasi-organisasi pemasaran. Hal ini merupakan, situasi di mana para grosir mungkin tidak akan digunakan. Selain itu, kemampurusakan (perishability) sebuah produk, baik fisik atau dalam bentuk kebiasaan, kerap membuat kecepatan distribusi menjadi sangat diperlukan dan penting sekali.

Karakteristik fisik produk atau jasa, seperti rasio bobot/nilai, kemampuan dan komposisi adalah penting dalam penentuan di mana produksi berlokasi. Produk dengan rasio bobot/nilai yang rendah, misalnya jam tangan mewah, biasanya rentan untuk pengeksporan langsung, khususnya di mana terdapat skala ekonomis produksi yang tinggi atau jika manajemen ingin mempertahankan pengendalian langsung atas produksi. Sebaliknya, dalam industri minuman ringan dan bir, perusahaan biasanya membuat perjanjian pemberian lisensi atau melakukan investasi dalam fasilitas produksi atau pembotolan lokal karena biaya pengiriman, khususnya untuk pasar yang jaraknya jauh, akan menghambat.

2.3.8 Tujuan Manajemen/Perusahaan

Perusahaan dengan tujuan yang terbatas untuk operasi internasionalnya cenderung menyukai cara masuk yang memerlukan komitmen yang minimal. Perusahaan seperti itu kerap lebih suka bergantung pada agen atau perusahaan manajemen ekspor, atau membuat perjanjian lisensi. Card masuk seperti ini memerlukan sedikit sumber daya finansial dan perhatian manajemen karena tanggung jawab atas pasar internasional ditangani oleh organisasi lainnya.

2.3.9 Strategi Pemilihan Negara

Jika sebuah perusahaan ingin memasuki sebuah negara dengan cepat supaya bisa memanfaatkan peluang pasar yang sedang bertumbuh, opsi seperti pemberian lisensi, pemberian waralaba, atau pengambilalihan perusahaan yang ada mungkin tepat karena perusahaan dapat memanfaatkan fasilitas produksi dan jaringan distribusi yang telah mapan serta pengetahuan pasar dan kontak bisnis lokal.

Sebaliknya, pada waktu perusahaan memutuskan untuk mengadopsi sebuah strategi yang lebih hati-hati untuk memasuki pasar internasional, manajemen mungkin pada awalnya lebih menyukai pengeksporan, lalu setahap demi setahap beralih ke pembentukan tenaga pejualan lokal, dan akhirnya mendirikan fasilitas produksi di pasar asing.

2.3.10.  Tersedianya Organisasi Pemasaran

Pilihan cara masuk pemasar internasional dipengaruhi oleh struktur distribusi yang ada di dalam negeri maupun di pasar sasaran, dan juga oleh kompetensi dan tersedianya organisasi perantara pemasaran di dalam struktur itu. Tersedianya toko-toko distribusi yang diinginkan memacu manajemen komitmen jangka panjang dan strategi masuk berisiko tinggi.

2.3.11.  Lokasi Produksi

Dalam pengeksporan, produksi berlokasi di pasar domestik, sedangkan segala cara masuk lainnya membutuhkan produksi di negara lain. Dalam praktiknya, pilihan pengeksporan versus produksi lokal mungkin ditentukan oleh faktor biaya. Adakalanya volume penjualan di pasar asing tidaklah memadai untuk menopang skala ekonomis produksi minimal. Eksistensi skala ekonomis potensial dapat lebih banyak daripada biaya pengiriman dan pengapalan. Di samping pertimbangan biaya, produksi lokal menawarkan berbagai manfaat tertentu yang muncul dari proksimitas/kedekatan jarak ke pasar.

2.4  Alasan Perusahaan Dalam Mengembangkan Aliansi Strategis

Partisipasi  aliansi strategis dapat berdasarkan tiga jenis dari situasi pasar dasar (siklus lambat, siklus standar, siklus cepat) (Robert E. Hokisson, 2002)

1.      Pasar siklus lambat

Perusahaan dalam siklus lambat berusaha unuk memasuki pasar yang terbatas dan berusaha untuk mendirikan waralaba dalam pasar – pasar baru.

2.      Pasar siklus standar

Dalam pasar siklus standar yang seringkali berukuran besar dan berorientasi pada skala ekonomi, aliansi lebih mungkin terjadi antara pihak – pihak yang sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi intiya saling melengkapi.

Meningkatnya globalisasi pasar menyajikan peluang – peluang untuk mengkombinasikan sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi. Perusahaan juga dapat bekerjasama dalam pasar siklus standar untuk mendapatkan kekuatan pasar dan pengelompokkan sumber daya untuk memenuhi kebutuhan akan modal. Perusahaan dalam pasar siklus standar juga dapat membentuk aliansi untuk mengatasi hambatan – hambatan perdagangan dan mempelajari teknik bisnis baru.

3.      Pasar siklus cepat

Pasar siklus yang cepat memiliki seperti pasar barang – barang elektronik , menciptakan insentif untuk kerjasama karena pengembangan, pabrikasi, dan distribusi barang dan jasa yang baru dapat terjadi dengan lebih cepat. Kerjasama yang erat antara perusahaan dengan pelanggan membtuhkan perumusan ulang seara lebih sering daripada pasar siklus lambat dan siklus standar.Jadi manfaat dari aliansi dalam asar siklus cepat adalah keepatan dalam memasuki pasar baru. Perjanjian kerjasama  antara perusahaan – perusahaan yang bersaing dalam pasar siklus cepat, dimana terdapat tingkat ketidakpastian yang signifkan, juga dapat mengarah pada pengembangan produk – produk standar.

Secara umum strategis aliansi dapat dikategorikan menjadi dua yaitu aliansi patungan (alliance joint venture) dan aliansi khusus fungsional (functional specific alliance).Perbedaannnya adalah sebagai berikut.

Alliance Joint Venture
Functional Specific Competitive Alliance
–          Badan hukum terpisah dengan atau kadang – kadang tanpa kotribusi ekuitas.

–          Kerjasama dapat terbatas pada suatu fungsi atau mencakup fungsi yang luas.

–          Adalah umum bagi partner untuk bekerjasama dalam suatu pasar atau segmen pasar trtentu, sementara pada saat yang samatetap berorientasi sebagai pesaing di pasar lain.
–          Badan hukum tidak terpisah.

–          Kerjasama terbatas pada satu atau sejumlah fungsi tertentu, misal : dalam penelitian dan pengembangan.

2.5 Proses Pengembangan Aliansi

Dalam membangun suatu aliansi perlu melalui beberapa tahap – tahap di bawah ini :

1.      Identifikasi misi dan tujuan perusahaan dalam mempersiapkan suatu strategi yang tepat.

2.      Mencari dan menemukan rekan yang sesuai dengan visi, misi dan tujuan perusahaan.

3.      Melakukan negosiasi, dalam hal ini mengemukakan rencana dan harapan yang ingin dicapai dalam aliansi.

Proses pada tahap ini dikenal dengan istilah 8 I yaitu :

1)       Individual Exelence, dimana masing-masing pihak mempunyai nilai tertentu yang dapat disumbangkan dalam kerja sama ini.

2)      Importance, kesamaan sasaran ini cocok dengan sasaran strategik dari pihak lain, sehingga pada masing-masing pihak ingi agar strategi ini dapat berjalan.

3)      Interdependence, adanya ketergantungan dari pihak-pihak yang bersangkutan.

4)      Investment, pihak-pihak sating menginvestasikan sesuatu untuk menunjukkan kesungguhan dalam berbisnis.

5)      Information, bersedia saling bertukar informasi yang dibutuhkan untuk menunjang kesuksesan.

6)       Integration, dalam masalah operasional sehingga dapat bekerja dengan lebih lancar.

7)       Institutionalization, hubungan dari pihak-pihak telah disahkan secara formal sehingga ada kejelasan dalam tanggung jawab maupun pengambilan keputusan.

8)      Integrity, masing-masing pihak saling menghormati sehingga keparcayaan dapat diperdalam.

4.      Dibuat Memorandum Of Understanding (MOU) untuk memberikan outline mengenai strategic fit, cara operasional, pengaturan sumber daya manusia sampai kepada objektif (three dimension fit) dan tujuan akan dicapai.

5.      Realisasi dari MOU berupa antara lain membuat struktur baru, fungsi-fungsi baru, dasar hukum, sistem organisasi dan rencana-rencana operasional untuk mengatur kerja tim.

6.      Penandatanganan kontrak secara legal dari masing-masing pihak.

2.6  Kelebihan dan Kelemahan Strategi Aliansi

Strategi aliansi ada dasarnya memiliki beberapa keuntungan, yaitu :

1.      Sinergi, terjadi sebagai hasil penggabungan kekuatan dari masing – masing perusahaan.

2.      Mempercepat system operasi.

3.      Resiko yang ditanggung bersama.

4.      Transfer teknologi diantara perusahaan.

5.      Memasuki pasar perusahaan lain tanpa perlu mengeluarkan banyak biaya untuk bersaig.

6.      Memperluas jangkauan pasar dengan saluran distribusi baru.

7.      Memudahkan penyesuaian terhadap perubahan teknologi baru dengan adanya akses dalam informasi bidang engineering dan pemasaran yang semakin luas.

Sedangkan kelemahan strategi aliansi (biasanya karena kesalahan manajemen) yang seting terjadi :

1.      Asset / milik perusahaan digunakan perusahaan rekan untuk kepentinganperusahaannya sendiri, karena perusahaan tidak menjaga dengan baik.

2.      Ada pihak yang tiak mau tahu tentang masalah operasi padahal efektivitas operasi kegiatan aliansi tergantung pada manajer operasional, yang lebih parah jika CEO tidak mengetahui bagaimana proses operasional dari suatu aliansi.

3.      Sulit menemukan rekan usaha yang paling sesuai dan dapat dipercaya.

BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Dalam masuk pasar  perusahaan harus mengembangkan seperangkat produk, aset, dan aktivitas manajemen untuk pasar baru yang disusupi Kepentingannya di sini terletak pada pasar internasional baru. Masuk yang Hal ini tergantung pada bagaimana perusahaan enggunakan informasi peluang untuk rnenyusup ke pasar yang menguntungkan, mengakses sumber daya yang produktif, mengakses pasar., mengatasi rintangan masuk pasar.

Aliansi strategis adalah kemitraan  diantara perusahaan – perusahaan yang mengkombinasikan sumber daya, kapabilitas, dan kompetensi inti mereka untuk memenuhi kepentingan bersama dalam perancangan, produksi atau distribusi barang /jasa. Salah satu ciri penting dari aliansi strategis adalah bahwa strategi ini memungkinkan perusahaan untuk mendayagunakan sumber daya mereka.Penting bagi suatu perusahaan untuk mendayagunakan sumber dayanya untuk mencapai tujuan.Pada tingkat yang lebih luas sebagian pihak percaya bahwa melalui aliansi strategis maka perusahaan dapat mengatasi hambatan –hambatan dalam mencapai tujuan.

3.2   Saran

Sebagai manusia yang tidak pernah lepasa dari kesalahan, tentu saja dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan-kekurangan yang harus diperbaiki.

Oleh karena itu penulis mengharapkan saran dan kritik yang bersifat membangun dari pembaca, serta dosen pengajar demi kelayakan makalah ini dan berbesar hati memaafkan kekurangan dan kesalah penulis dalam makalah ini.

DAFTAR PUSTAKA

Kusnadi.Pengantar Manajemen Strategi. Universitas Brawijaya. Malang. 2000

David, Fred R (Penerjemah : Dono Sunardi). Manajemen Strategis Konsep Edisi 12 Buku 1. Salemba Empat. Jakarta. 2012.

Hitt, A. Michael, R. Duanne Ireland, dan Robert E. Hoskisson. Manajemen Strategi :Daya Saing dan Globalisasi Buku 2. Salemba Empat. Jakarta. 2002.

Suyanto, M. Strategic Management Global Most Admired Companies. Andi Offset. Yogyakarta. 2007.

Fuad, M, Christin H, Nurlela, Paulus, Sugiato. Pengantar Bisnis. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta. 2000.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s